Nicholas saputra sudah menikah

Soe Hok Gie

Ini adalah nama Tionghoa-Indonesia, marganya adalah Soe (史).

Drs.Soe Hok Gie (17 Desember &#;&#;&#;16 Desember ) adalah seorang aktivis keturunan Tionghoa-Indonesia yang dikenal karena menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto.

Daftar soundtrack soe hok gie biografia Beberapa kutipan diatas adalah beberapa kata kata dari Sang Aktivis Legendaris Soe Hok Gie yang menjadi salah satu Ikon dalam sejarah demonstrasi Mahasiswa di Indonesia. Saya merasa sangat beruntung bisa satu Almamater dengan tokoh besar seperti Soe Hok Gie. Tidak dipungkiri Gie atau Soe dikenal karena perannya sebagai aktivis di Orde lama dan berperang penting atas jatuhnya Rezim Soekarno. Beliau adalah role model mahasiswa pada zaman ini , ideologi dan semangat pemberontakan terhadap ketidakadilan menjadi inspirasi bagi banyak orang termasuk saya. Ia pandai dalam menulis politik yang tajam dan kritis serta juga seseorang yang sangat puitis dan karismatik.

Ia merupakan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jurusan Sejarah, selama tahun – Gie juga merupakan seorang penulis dan intelektual yang karya-karyanya, seperti Catatan Seorang Demonstran, telah menginspirasi banyak aktivis muda di Indonesia.

Biografi

[sunting | sunting sumber]

Soe merupakan seorang etnis Tionghoa yang menganut Katolik Roma.

Leluhurnya berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Tiongkok. Ayahnya bernama Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan.

Soe hok gie quotes Biografi Soe Hok Gie merupakan catatan perjalanan hidup dari aktivis mahasiswa yang vokal mengkritik pemerintahan Indonesia pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Ia dikenal sebagai seorang intelektual yang kritis, idealis, dan berani memperjuangkan kebenaran. Sebagai seorang mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Soe Hok Gie aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan terlibat dalam berbagai aksi demonstrasi. Tulisan-tulisannya yang tajam dan penuh semangat banyak menginspirasi mahasiswa dan masyarakat luas untuk berani menyuarakan pendapatnya. Kematiannya yang tragis mengundang banyak simpati dan duka dari seluruh lapisan masyarakat.

Ia anak keempat dari lima bersaudara di keluarganya; kakaknya Arief Budiman, seorang sosiolog dan dosen di Universitas Kristen Satya Wacana, juga cukup kritis dan vokal dalam politik Indonesia.

Pendidikan dan karier

[sunting | sunting sumber]

Setelah menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di SMA Kolese Kanisius, Soe kuliah di Universitas Indonesia dari tahun sampai ; setelah menyelesaikan studi di universitas, ia menjadi dosen di almamaternya sampai kematiannya.

Ia selama kurun waktu sebagai mahasiswa menjadi pembangkang aktif, memprotes Presiden Sukarno dan PKI. Soe adalah seorang penulis yang produktif, dengan berbagai artikel yang dipublikasikan di koran-koran seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Setelah Riri Riza merilis film berjudul Gie pada tahun , artikel-artikelnya disusun oleh Stanley dan Aris Santoso yang diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan oleh penerbit GagasMedia.

Sebagai seorang pendukung hidup yang dekat dengan alam, Soe seperti dikutip Walt Whitman dalam buku hariannya: "Sekarang aku melihat rahasia pembuatan orang terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi." Pada tahun , Soe membantu mendirikan Mapala UI, organisasi lingkungan di kalangan mahasiswa.

Dia menikmati kegiatan pendakian, dan meninggal karena menghirup gas beracun saat mendaki gunung berapi Semeru sehari sebelum ulang tahun ke Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

Daftar soundtrack soe hok gie biografia full Home Sejarah. Aletheia Rabbani. Table of Contents. Namun, Gie lebih memilih bergabung dengan Gemsos atau Gerakan Mahasiswa sosialis yang menganut ideologi sosialisme. Selain itu, independensi Gie juga didukung oleh sikap Gie yang ketika menjabat sebagai Senat Mahasiswa tidak sama sekali memberikan pengaruh politik pada rekan-rekannya.

Dia dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat.[4]

Soe pernah menulis dalam buku hariannya:

"Seorang filsuf Yunani pernah menulis nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."

Pernyataan Soe serupa dengan komentar Friedrich Nietzsche, kepada seorang filsuf Jerman.

Buku hariannya diterbitkan pada tahun , dengan judul Catatan Seorang Demonstran yang berisi opini dan pengalamannya terhadap aksi demokrasi.

Daftar soundtrack soe hok gie biografia 1

Soe Hok Gie 17 Desember — 16 Desember adalah seorang aktivis keturunan Tionghoa-Indonesia yang dikenal karena menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno dan Soeharto. Gie juga merupakan seorang penulis dan intelektual yang karya-karyanya, seperti Catatan Seorang Demonstran , telah menginspirasi banyak aktivis muda di Indonesia. Soe merupakan seorang etnis Tionghoa yang menganut Katolik Roma. Leluhurnya berasal dari provinsi Hainan , Republik Rakyat Tiongkok. Ia anak keempat dari lima bersaudara di keluarganya; kakaknya Arief Budiman , seorang sosiolog dan dosen di Universitas Kristen Satya Wacana , juga cukup kritis dan vokal dalam politik Indonesia.

Soe dalam tesis universitasnya juga diterbitkan, dengan judul Di Bawah Lantera Merah.

Buku harian Soe ini menjadi inspirasi untuk film , berjudul Gie, yang disutradarai oleh Riri Riza dan dibintangi Nicholas Saputra sebagai Soe Hok Gie. Soe juga merupakan subjek dari sebuah buku , yang ditulis oleh Dr John Maxwell yang berjudul Soe Hok Gie-: Diary of a Young Indonesian Intellectual.

Buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun dengan judul Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.

Skripsinya perihal Sarekat Islam Semarang, pada tahun diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan.

Dalam budaya populer

[sunting | sunting sumber]

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]

  • Soe, Hok Gie (), Catatan Seorang Demonstran, Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.&#;
  • Soe, Hok Gie (), Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang, –, Jakarta: Frantz Fanon Foundation.&#;
  • Soe, Hok Gie (), Zaman Peralihan, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.&#;
  • Soe, Hok Gie (), Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah tentang Pemberontakan Madiun , Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, ISBN&#;&#;

Referensi

[sunting | sunting sumber]

  • Anderson, Ben (April ), "In Memoriam: Soe Hok-Gie", Indonesia, 9, hlm.&#;–, ISSN&#;&#;
  • Maxwell, John (), Soe Hok-Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani (dalam bahasa Indonesian), Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, ISBN&#;&#; Translated from Maxwell, John (). Soe Hok-Gie: A Biography of a Young Indonesian Intellectual (Tesis Ph.D.). Australian National University. OCLC&#;&#;
  • Jahja, H.

    Junus (), Peranakan Idealis: Dari Lie Eng Hok sampai Teguh Karya (dalam bahasa Indonesian), Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, ISBN&#;&#;

  • Suryadinata, Leo (), Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (edisi ke-3rd), Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, ISBN&#;&#;

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]